Jumat, September 18, 2026
spot_img

Asep Kuncir Soroti TANGKAR SuperApps Karawang: Jangan Tunggu Data Warga Bermasalah

spot_img

KARAWANG | DETIKKARAWANG .COM | Pemerintah Kabupaten Karawang meluncurkan TANGKAR SuperApps sebagai platform digital yang dirancang menjadi pintu masuk berbagai layanan publik dalam satu aplikasi. Peluncuran tersebut menandai ambisi Pemkab Karawang memperluas pelayanan kepada masyarakat melalui sistem digital yang menghimpun sejumlah layanan warga.

TANGKAR memuat berbagai kanal, di antaranya berita, informasi, layanan publik, lowongan kerja, pengaduan dan informasi stunting. Namun, di tengah klaim sebagai super-app, muncul pertanyaan mengenai kesiapan keamanan dan arsitektur aplikasi tersebut.

Pertanyaan itu mengemuka setelah adanya Laporan Analisis Keamanan dan Kelayakan Aplikasi TANGKAR bertanggal 15 September 2026. Analisis dilakukan secara statis terhadap base APK TANGKAR versi 1.0.3 menggunakan metode Static Application Security Testing (SAST). Laporan menyebut aplikasi memiliki sejumlah fondasi keamanan yang baik, tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat.

Laporan tersebut mencatat dua temuan berisiko tinggi, yakni aturan keamanan backend Firebase yang belum dapat diverifikasi serta konfigurasi pencadangan data aplikasi yang masih aktif secara bawaan. Selain itu terdapat tiga temuan berisiko sedang dan sejumlah catatan lainnya.

Backend dan Data Warga Jadi Titik Perhatian

Salah satu perhatian utama berada pada backend Firebase. Laporan menyebut keamanan data warga sangat bergantung pada Security Rules di sisi server. Karena konfigurasi tersebut tidak berada di dalam APK, keamanannya belum dapat dipastikan melalui analisis statis yang dilakukan.

Laporan merekomendasikan audit aturan keamanan backend, pembatasan akses berdasarkan autentikasi dan kepemilikan data, serta pengamanan penyimpanan agar data pengaduan, data pelapor maupun lampiran warga tidak terbuka akibat kesalahan konfigurasi.

Temuan lainnya berkaitan dengan pencadangan data. Konfigurasi allowBackup tidak secara eksplisit dinonaktifkan sehingga mengikuti nilai bawaan. Laporan merekomendasikan pengaturan ulang mekanisme pencadangan untuk mengurangi risiko tereksposnya data lokal atau kredensial dalam kondisi tertentu.

Laporan juga mencatat perlunya pembatasan kunci API Google, audit konfigurasi WebView, peninjauan izin aplikasi, pemeriksaan keamanan komunikasi jaringan, serta evaluasi penggunaan dua sistem notifikasi, OneSignal dan Firebase Cloud Messaging.

Pengamat kebijakan publik Asep Agustian, S.H., M.H., alias Asep Kuncir menilai temuan tersebut semestinya menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap urusan komunikasi, informatika dan layanan digital.

Menurut Asep Kuncir, peluncuran aplikasi pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni, tampilan antarmuka atau banyaknya fitur yang ditampilkan kepada publik. Ukuran keberhasilan layanan digital, kata dia, justru terletak pada keamanan sistem, perlindungan data masyarakat, kualitas layanan dan kemampuan pengelola mempertanggungjawabkan sistem yang dibangun.

“Jangan hanya bangga karena sudah meluncurkan aplikasi dan kemudian menyebutnya super-app. Yang harus dijawab adalah apakah sistemnya benar-benar siap, aman dan mampu melindungi data masyarakat. Jangan sampai pemerintah sibuk membuat aplikasi, tetapi lupa bahwa di belakang aplikasi itu ada data warga yang harus dijaga,” ujar Asep Kuncir.

Ia menilai temuan mengenai backend harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu sampai muncul persoalan baru kemudian melakukan pembenahan.

“Kalau ada bagian penting yang belum bisa diverifikasi, ya segera diuji. Jangan dibiarkan menjadi tanda tanya. Pemerintah harus memastikan dari sisi server sampai aplikasinya benar-benar aman. Apalagi ini layanan publik pemerintah yang berhubungan dengan data masyarakat,” katanya.

Diskominfo Diminta Buka Hasil Evaluasi

Asep Kuncir juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan evaluasi teknologi informasi dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Karawang sebelum sebuah aplikasi pemerintah diluncurkan dan dipromosikan sebagai super-app.

Menurut dia, Diskominfo semestinya tidak hanya berperan sebagai pengelola atau fasilitator teknologi, tetapi juga memastikan setiap sistem digital pemerintah memenuhi aspek keamanan, perlindungan data, integrasi layanan dan akuntabilitas.

“Diskominfo harus menjelaskan kepada publik, apa yang sudah diuji, apa yang belum diuji, siapa yang melakukan audit, bagaimana hasilnya dan apa tindak lanjutnya. Jangan sampai masyarakat hanya diberikan informasi bahwa ada super-app, tetapi tidak pernah dijelaskan bagaimana keamanan data mereka dijamin,” ujar Asep Kuncir.

Berita Lainnya  IWOI Karawang Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang

Ia meminta agar hasil evaluasi keamanan menjadi bahan perbaikan konkret, bukan sekadar dokumen yang berhenti di meja birokrasi.

“Kalau memang ada temuan, perbaiki. Kalau belum ada audit menyeluruh, lakukan audit. Kalau backend belum diverifikasi, segera verifikasi. Jangan defensif terhadap kritik. Kritik terhadap sistem digital pemerintah itu bagian dari pengawasan publik,” tegasnya.

Label Super-App Jangan Sekadar Pemasaran

Sorotan Asep Kuncir juga menyentuh penggunaan istilah super-app. Dalam laporan analisis, karakteristik seperti SSO, kerangka mini-app modular dan pembayaran terintegrasi belum terlihat dari APK yang diperiksa. Laporan kemudian menggambarkan TANGKAR secara teknis lebih dekat dengan portal atau agregator layanan berbasis WebView.

Asep Kuncir mengatakan istilah super-app seharusnya tidak sekadar menjadi label pemasaran.

“Jangan sampai istilah super-app hanya besar di nama, tetapi kecil dalam integrasi dan pengelolaan sistem. Kalau memang masih portal layanan, katakan portal. Kalau ingin menjadi super-app, bangun arsitekturnya secara bertahap sampai benar-benar memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Menurut dia, pemerintah perlu memiliki ukuran yang jelas mengenai keberhasilan transformasi digital, bukan sekadar menghitung jumlah menu atau layanan yang masuk ke dalam sebuah aplikasi.

Anggaran Digital Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Asep Kuncir juga mendorong Pemkab Karawang membuka secara proporsional informasi mengenai proses pengembangan dan pemeliharaan TANGKAR, termasuk bagaimana pemerintah memastikan anggaran teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Masyarakat berhak mendapatkan layanan digital yang aman dan berkualitas. Karena itu, setiap anggaran yang digunakan untuk membangun aplikasi harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan hanya menghitung berapa biaya membuat aplikasinya, tetapi juga berapa biaya pemeliharaan, pengamanan, audit dan pengembangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kapasitas sumber daya manusia teknologi informasi yang tersedia di Karawang.

“Karawang punya banyak anak muda dan tenaga IT yang kompeten. Pemerintah harus membuka ruang kolaborasi. Yang penting kompetensinya jelas, prosesnya transparan dan hasil pekerjaannya bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai belanja teknologi besar, tetapi talenta lokal justru tidak diberdayakan,” katanya.

Jangan Tunggu Data Warga Bermasalah

Menurut Asep Kuncir, perlindungan data masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian utama dari kebijakan digital pemerintah. Semakin banyak layanan dihimpun dalam satu platform, semakin penting pula tata kelola keamanan dan perlindungan datanya.

Laporan analisis sendiri merekomendasikan audit dan penguncian Firebase Security Rules, pengamanan pencadangan data, pembatasan kunci API, audit WebView, verifikasi komunikasi jaringan, pengurangan izin aplikasi serta peninjauan sistem notifikasi.

Namun, laporan juga menegaskan bahwa analisis tersebut masih terbatas pada base APK. Sejumlah aspek, seperti endpoint API backend, certificate pinning, penyimpanan token, logika autentikasi dan keamanan WebView secara penuh masih memerlukan pengujian lanjutan menggunakan APK lengkap dan pengujian dinamis.

Karena itu, Asep Kuncir meminta pemerintah tidak menganggap peluncuran TANGKAR sebagai garis akhir.

“Peluncuran itu baru awal. Setelah aplikasi diluncurkan, justru tanggung jawab pemerintah semakin besar. Jangan menunggu ada kebocoran atau masyarakat menjadi korban baru kemudian sibuk mencari siapa yang salah. Keamanan harus dibangun sebelum masalah terjadi,” tegas Asep Kuncir.

Ia berharap evaluasi terhadap TANGKAR dilakukan secara terbuka, profesional dan berkala sehingga transformasi digital Kabupaten Karawang tidak hanya cepat dalam peluncuran, tetapi juga kuat dalam tata kelola dan perlindungan masyarakat.

KARAWANG | DETIKKARAWANG .COM | Pemerintah Kabupaten Karawang meluncurkan TANGKAR SuperApps sebagai platform digital yang dirancang menjadi pintu masuk berbagai layanan publik dalam satu aplikasi. Peluncuran tersebut menandai ambisi Pemkab Karawang memperluas pelayanan kepada masyarakat melalui sistem digital yang menghimpun sejumlah layanan warga.

Berita Lainnya  Bazaar UMKM HUT Karawang ke-393 Meriah, 123 Stand Ramaikan Lapang Karangpawitan

TANGKAR memuat berbagai kanal, di antaranya berita, informasi, layanan publik, lowongan kerja, pengaduan dan informasi stunting. Namun, di tengah klaim sebagai super-app, muncul pertanyaan mengenai kesiapan keamanan dan arsitektur aplikasi tersebut.

Pertanyaan itu mengemuka setelah adanya Laporan Analisis Keamanan dan Kelayakan Aplikasi TANGKAR bertanggal 15 September 2026. Analisis dilakukan secara statis terhadap base APK TANGKAR versi 1.0.3 menggunakan metode Static Application Security Testing (SAST). Laporan menyebut aplikasi memiliki sejumlah fondasi keamanan yang baik, tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat.

Laporan tersebut mencatat dua temuan berisiko tinggi, yakni aturan keamanan backend Firebase yang belum dapat diverifikasi serta konfigurasi pencadangan data aplikasi yang masih aktif secara bawaan. Selain itu terdapat tiga temuan berisiko sedang dan sejumlah catatan lainnya.

Backend dan Data Warga Jadi Titik Perhatian

Salah satu perhatian utama berada pada backend Firebase. Laporan menyebut keamanan data warga sangat bergantung pada Security Rules di sisi server. Karena konfigurasi tersebut tidak berada di dalam APK, keamanannya belum dapat dipastikan melalui analisis statis yang dilakukan.

Laporan merekomendasikan audit aturan keamanan backend, pembatasan akses berdasarkan autentikasi dan kepemilikan data, serta pengamanan penyimpanan agar data pengaduan, data pelapor maupun lampiran warga tidak terbuka akibat kesalahan konfigurasi.

Temuan lainnya berkaitan dengan pencadangan data. Konfigurasi allowBackup tidak secara eksplisit dinonaktifkan sehingga mengikuti nilai bawaan. Laporan merekomendasikan pengaturan ulang mekanisme pencadangan untuk mengurangi risiko tereksposnya data lokal atau kredensial dalam kondisi tertentu.

Laporan juga mencatat perlunya pembatasan kunci API Google, audit konfigurasi WebView, peninjauan izin aplikasi, pemeriksaan keamanan komunikasi jaringan, serta evaluasi penggunaan dua sistem notifikasi, OneSignal dan Firebase Cloud Messaging.

Pengamat kebijakan publik Asep Agustian, S.H., M.H., alias Asep Kuncir menilai temuan tersebut semestinya menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap urusan komunikasi, informatika dan layanan digital.

Menurut Asep Kuncir, peluncuran aplikasi pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni, tampilan antarmuka atau banyaknya fitur yang ditampilkan kepada publik. Ukuran keberhasilan layanan digital, kata dia, justru terletak pada keamanan sistem, perlindungan data masyarakat, kualitas layanan dan kemampuan pengelola mempertanggungjawabkan sistem yang dibangun.

“Jangan hanya bangga karena sudah meluncurkan aplikasi dan kemudian menyebutnya super-app. Yang harus dijawab adalah apakah sistemnya benar-benar siap, aman dan mampu melindungi data masyarakat. Jangan sampai pemerintah sibuk membuat aplikasi, tetapi lupa bahwa di belakang aplikasi itu ada data warga yang harus dijaga,” ujar Asep Kuncir.

Ia menilai temuan mengenai backend harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu sampai muncul persoalan baru kemudian melakukan pembenahan.

“Kalau ada bagian penting yang belum bisa diverifikasi, ya segera diuji. Jangan dibiarkan menjadi tanda tanya. Pemerintah harus memastikan dari sisi server sampai aplikasinya benar-benar aman. Apalagi ini layanan publik pemerintah yang berhubungan dengan data masyarakat,” katanya.

Diskominfo Diminta Buka Hasil Evaluasi

Asep Kuncir juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan evaluasi teknologi informasi dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Karawang sebelum sebuah aplikasi pemerintah diluncurkan dan dipromosikan sebagai super-app.

Menurut dia, Diskominfo semestinya tidak hanya berperan sebagai pengelola atau fasilitator teknologi, tetapi juga memastikan setiap sistem digital pemerintah memenuhi aspek keamanan, perlindungan data, integrasi layanan dan akuntabilitas.

“Diskominfo harus menjelaskan kepada publik, apa yang sudah diuji, apa yang belum diuji, siapa yang melakukan audit, bagaimana hasilnya dan apa tindak lanjutnya. Jangan sampai masyarakat hanya diberikan informasi bahwa ada super-app, tetapi tidak pernah dijelaskan bagaimana keamanan data mereka dijamin,” ujar Asep Kuncir.

Berita Lainnya  Warung Ojol Polresta Karawang Sangat Berguna, Michael Lendo: Membantu Driver yang Berjuang untuk Keluarga

Ia meminta agar hasil evaluasi keamanan menjadi bahan perbaikan konkret, bukan sekadar dokumen yang berhenti di meja birokrasi.

“Kalau memang ada temuan, perbaiki. Kalau belum ada audit menyeluruh, lakukan audit. Kalau backend belum diverifikasi, segera verifikasi. Jangan defensif terhadap kritik. Kritik terhadap sistem digital pemerintah itu bagian dari pengawasan publik,” tegasnya.

Label Super-App Jangan Sekadar Pemasaran

Sorotan Asep Kuncir juga menyentuh penggunaan istilah super-app. Dalam laporan analisis, karakteristik seperti SSO, kerangka mini-app modular dan pembayaran terintegrasi belum terlihat dari APK yang diperiksa. Laporan kemudian menggambarkan TANGKAR secara teknis lebih dekat dengan portal atau agregator layanan berbasis WebView.

Asep Kuncir mengatakan istilah super-app seharusnya tidak sekadar menjadi label pemasaran.

“Jangan sampai istilah super-app hanya besar di nama, tetapi kecil dalam integrasi dan pengelolaan sistem. Kalau memang masih portal layanan, katakan portal. Kalau ingin menjadi super-app, bangun arsitekturnya secara bertahap sampai benar-benar memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Menurut dia, pemerintah perlu memiliki ukuran yang jelas mengenai keberhasilan transformasi digital, bukan sekadar menghitung jumlah menu atau layanan yang masuk ke dalam sebuah aplikasi.

Anggaran Digital Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Asep Kuncir juga mendorong Pemkab Karawang membuka secara proporsional informasi mengenai proses pengembangan dan pemeliharaan TANGKAR, termasuk bagaimana pemerintah memastikan anggaran teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Masyarakat berhak mendapatkan layanan digital yang aman dan berkualitas. Karena itu, setiap anggaran yang digunakan untuk membangun aplikasi harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan hanya menghitung berapa biaya membuat aplikasinya, tetapi juga berapa biaya pemeliharaan, pengamanan, audit dan pengembangannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kapasitas sumber daya manusia teknologi informasi yang tersedia di Karawang.

“Karawang punya banyak anak muda dan tenaga IT yang kompeten. Pemerintah harus membuka ruang kolaborasi. Yang penting kompetensinya jelas, prosesnya transparan dan hasil pekerjaannya bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai belanja teknologi besar, tetapi talenta lokal justru tidak diberdayakan,” katanya.

Jangan Tunggu Data Warga Bermasalah

Menurut Asep Kuncir, perlindungan data masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian utama dari kebijakan digital pemerintah. Semakin banyak layanan dihimpun dalam satu platform, semakin penting pula tata kelola keamanan dan perlindungan datanya.

Laporan analisis sendiri merekomendasikan audit dan penguncian Firebase Security Rules, pengamanan pencadangan data, pembatasan kunci API, audit WebView, verifikasi komunikasi jaringan, pengurangan izin aplikasi serta peninjauan sistem notifikasi.

Namun, laporan juga menegaskan bahwa analisis tersebut masih terbatas pada base APK. Sejumlah aspek, seperti endpoint API backend, certificate pinning, penyimpanan token, logika autentikasi dan keamanan WebView secara penuh masih memerlukan pengujian lanjutan menggunakan APK lengkap dan pengujian dinamis.

Karena itu, Asep Kuncir meminta pemerintah tidak menganggap peluncuran TANGKAR sebagai garis akhir.

“Peluncuran itu baru awal. Setelah aplikasi diluncurkan, justru tanggung jawab pemerintah semakin besar. Jangan menunggu ada kebocoran atau masyarakat menjadi korban baru kemudian sibuk mencari siapa yang salah. Keamanan harus dibangun sebelum masalah terjadi,” tegas Asep Kuncir.

Ia berharap evaluasi terhadap TANGKAR dilakukan secara terbuka, profesional dan berkala sehingga transformasi digital Kabupaten Karawang tidak hanya cepat dalam peluncuran, tetapi juga kuat dalam tata kelola dan perlindungan masyarakat.

Hingga berita ini disusun, ruang hak jawab tetap terbuka bagi Diskominfo Kabupaten Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memberikan penjelasan mengenai proses pengujian, pengelolaan keamanan, serta tindak lanjut terhadap catatan dalam analisis tersebut.Hingga berita ini disusun, ruang hak jawab tetap terbuka bagi Diskominfo Kabupaten Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memberikan penjelasan mengenai proses pengujian, pengelolaan keamanan, serta tindak lanjut terhadap catatan dalam analisis tersebut.

Artikel Lainnya

Forkom HRD Bekapurs Usulkan Tripartit Plus, Praktisi HRD dan Akademisi Dilibatkan

JAKARTA | DETIKKARAWANG.COM |  Forum Komunikasi HRD Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang (Forkom HRD Bekapurs) melakukan audiensi dengan Tim Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan...

Dekan FH UNSIKA Buka Seminar Nasional Jurnalistik 2026 di Aula Syekh Quro

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Sekitar 450 peserta mengikuti Seminar Nasional Jurnalistik Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Aula Syekh Quro, Kamis, 17 September...

TANGKAR Karawang Dikaji Praktisi IT, SDM Lokal Harus Jadi Kekuatan Utama

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM |  Kehadiran aplikasi TANGKAR milik Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai sebagai langkah positif dalam mendekatkan layanan publik kepada masyarakat melalui kanal digital....

10 Siswa SMAN 5 Karawang Nikmati Antar Pulang Gratis dari GOKAR

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Program GOKAR Peduli Sekolah kembali hadir di lingkungan pendidikan Kabupaten Karawang. Selama dua hari, Selasa–Rabu, 15–16 September 2026, GOKAR memberikan...

Kepala Kejari Karawang Raih Penghargaan Terbaik dalam Pendampingan Hukum Pemkab

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM —Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menerima penghargaan atas sinergi dan kontribusi dalam pendampingan serta pengawasan hukum...

GOKAR Peduli Sekolah Antar Pulang 10 Siswa SMAN 4 Karawang

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Program GOKAR Peduli Sekolah kembali diwujudkan melalui layanan antar pulang bagi pelajar. Sebanyak 10 siswa dan siswi SMAN 4 Karawang...
spot_img

Pemerintahan

Kepala Kejari Karawang Raih Penghargaan Terbaik dalam Pendampingan Hukum Pemkab

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM —Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menerima penghargaan atas sinergi dan kontribusi dalam pendampingan serta pengawasan hukum...

Bupati Aep Tinjau Jembatan Harmoni Wadas, Tekankan Kualitas dan Keselamatan Pembangunan

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE., bersama rombongan melakukan pengecekan pembangunan Jembatan Harmoni Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Senin (24/8/2026). Pengecekan...

Apel Pagi, Sekda Karawang Dorong ASN Tingkatkan Disiplin dan Kolaborasi Jelang HUT Karawang

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP.,MP memimpin apel pagi di Lingkup Setda Kabupaten Karawang pada Senin (24/08) pagi. Dalam arahannya, Sekda...

Evaluasi EPPD 2026 Dimulai, Sekda Karawang Tekankan Data Akurat dan Objektif

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P membuka kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2026 atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah...

HUT ke-81 RI, 837 Narapidana Lapas Karawang Terima Remisi Umum 2026

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Semangat kemerdekaan turut dirasakan oleh warga binaan pemasyarakatan melalui pemberian Remisi Umum (RU) Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang...

Wabup Karawang Hadiri Gebyar Paten Telukjambe Barat, Serahkan Bantuan untuk Warga

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Wakil Bupati Karawang H. Maslani menghadiri kegiatan Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di Kecamatan Telukjambe Barat. Kegiatan tersebut menjadi...

Pemerhati K3 Desak Investigasi Tuntas Ledakan Tungku PT KPSS, Keselamatan Buruh Tak Boleh Dikorbankan

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM – Insiden ledakan tungku peleburan di PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, yang mengakibatkan dua...

Populer

Pemerhati K3 Desak Investigasi Tuntas Ledakan Tungku PT KPSS, Keselamatan Buruh Tak Boleh Dikorbankan

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM – Insiden ledakan tungku peleburan di PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, yang mengakibatkan dua...

Kejari Karawang Terapkan Restorative Justice, Kasus Penggelapan Motor Berakhir Damai

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali menerapkan pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara pidana. Kali ini, perkara yang diselesaikan melibatkan tersangka...

Bendera Lusuh Dan Robek Berkibar, Nasionalisme Layu di Pabrik Karawang

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Simbol negara yang seharusnya dijaga kehormatannya justru tampak terabaikan di halaman PT PR Rolls Indonesia, sebuah bengkel industri di Pasir...

Negara Tertib, Rakyat Tersingkir: Ketika Ketertiban Menjadi Nama Lain dari Ketidakadilan

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Pemerintah kita memang hebat—pandai menertibkan yang lemah, tapi gagap memberdayakan mereka. Di tengah badai pengangguran, lonjakan harga kebutuhan pokok, dan...

Skandal Keuangan BUMD Karawang: Tersangka GBR Nikmati Rp7,1 Miliar, Kejaksaan Siap Tindak Lanjuti

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM |Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menyita uang sebesar Rp101.107.572.654 dari dua rekening Bank Jabar milik PD Petrogas Persada. Penyitaan ini dilakukan sebagai bagian...

Artikel Pilihan

Apresiasi Kinerja Kejari Karawang, Wakil Ketua Advokasi PDIP Desak Pemeriksaan Menyeluruh Dugaan Keterlibatan Internal Bank BTN

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM |  Penegakan hukum kasus korupsi KPR fiktif yang melibatkan pengembang PT Bumi Arta Sedayu (BAS) mendapat sorotan dan dukungan penuh dari...

Harga Mulai Rp9 Ribu, Kejari Karawang Buka Lelang Barang Rampasan untuk Umum

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang membuka lelang barang sitaan secara terbuka untuk masyarakat melalui portal resmi pemerintah, www.lelang.go.id. Beragam barang ditawarkan dalam...

Lapas Kelas IIA Karawang Peringati Hari Anak Nasional 2026, Kalapas Ajak Warga Binaan Bangun Masa Depan demi Anak dan Keluarga

KARAWANG | DETIKKARAWANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Lapas,...

Kapolres Cup Kicau Mania 2026 Meriah, Polres Karawang Dorong Prestasi Hobi dan Perkuat Ekonomi Lokal

KARAWANG | DETTIKARAWANG | Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Karawang sukses menyelenggarakan kompetisi burung berkicau bertajuk “Kapolres Cup Kicau Mania 2026”...

KIPAN Indonesia Lantik Pengurus Nasional dan Gelar Rakernas 2026, Perkuat Komitmen Berantas Narkoba

JAKARTA | DETIKKARAWANG |  26 Juni 2026 – Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Indonesia (KIPAN Indonesia) secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus Nasional yang dirangkaikan...

Karawang Terkini

Rektor UBP Karawang: Kemerdekaan Harus Dijaga Generasi ke Generasi

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang berlangsung di depan Lapangan...

Semarak Kirab Maulid Nabi 1448 H di Cikampek Utara, Wabup Karawang: Perkuat Persatuan Umat

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Suasana semarak mewarnai Pawai Kirab Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Syech Quro...

AZKO Purwakarta Ajak Warga Jalani Gaya Hidup Lebih Aktif di Bulan Kemerdekaan

PURWAKARTA | DETIKKARAWANG.COM | 5 Agustus 2026 – Memasuki bulan kemerdekaan Republik Indonesia, semangat untuk menjadi lebih baik tidak hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan...

UBP Karawang Perkuat Kerja Sama Strategis Bersama SMAN 5 Karawang

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | SMAN 5 Karawang terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebagai sekolah yang ditunjuk dalam program Sekolah Manusia...

Bupati Karawang Lantik 3 Pejabat Administrator dan 255 Pejabat Fungsional, Tekankan Kinerja ASN

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Administrator serta Pejabat Fungsional di lingkungan...

UBP Karawang Kukuhkan 996 Sarjana, Rektor Tekankan Penguasaan AI Berlandaskan Integritas

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali mencetak generasi unggul melalui Wisuda Program Sarjana ke-12 yang diselenggarakan selama dua hari, Senin–Selasa,...

Daerah

- Space Iklan -spot_img

Nasional

Peristiwa

Indeks

Forkom HRD Bekapurs Usulkan Tripartit Plus, Praktisi HRD dan Akademisi Dilibatkan

JAKARTA | DETIKKARAWANG.COM |  Forum Komunikasi HRD Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang (Forkom HRD Bekapurs) melakukan audiensi dengan Tim Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan...

Dekan FH UNSIKA Buka Seminar Nasional Jurnalistik 2026 di Aula Syekh Quro

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Sekitar 450 peserta mengikuti Seminar Nasional Jurnalistik Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Aula Syekh Quro, Kamis, 17 September...

TANGKAR Karawang Dikaji Praktisi IT, SDM Lokal Harus Jadi Kekuatan Utama

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM |  Kehadiran aplikasi TANGKAR milik Pemerintah Kabupaten Karawang dinilai sebagai langkah positif dalam mendekatkan layanan publik kepada masyarakat melalui kanal digital....

10 Siswa SMAN 5 Karawang Nikmati Antar Pulang Gratis dari GOKAR

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM | Program GOKAR Peduli Sekolah kembali hadir di lingkungan pendidikan Kabupaten Karawang. Selama dua hari, Selasa–Rabu, 15–16 September 2026, GOKAR memberikan...

Kepala Kejari Karawang Raih Penghargaan Terbaik dalam Pendampingan Hukum Pemkab

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM —Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Dedy Irwan Virantama, S.H., M.H., menerima penghargaan atas sinergi dan kontribusi dalam pendampingan serta pengawasan hukum...
^
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL