BEKASI | DETIKKARAWANG.COM | Forum Komunikasi Human Resources Development (FORKOM HRD) BEKAPURS resmi diluncurkan di Hotel Lakeside Bekasi, Sabtu (10/10/2026). Mengusung semangat “Berhimpun dalam Kemandirian”, forum ini menyatukan para praktisi sumber daya manusia dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.
Grand launching tersebut diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. H. Asep Surya Atmadja. Kegiatan ini turut dihadiri Bomer Pasaribu selaku Pembina FORKOM HRD BEKAPURS, yang dikenal sebagai mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, akademisi, dan diplomat.
Hadir pula para inisiator FORKOM HRD BEKAPURS, yakni Yosminaldi selaku Ketua Umum ASPHRI dan H. Budiyanto selaku Ketua Umum DKK HRD Indonesia. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Dani Abdurahman.
Sejumlah pimpinan organisasi HRD yang hadir di antaranya Rina Efendi, Ketua HR Gaol; Doan Herison, S.H., Ketua PHRD Kabupaten Bekasi; Andi Widia S., Ketua FHRGA Purwakarta; Sigit Prasetyo dari Forum Praktisi HR Purwakarta; Asep Gunawan, Ketua HR Subang; Sari Marliani, Ketua Asosiasi HR Karawang; Wahyitno, Ketua Forkom HR Indonesia; serta Teti, Ketua FK HR EJIP.
Turut hadir Faisal Tanjung, Ketua HR Hangout Indonesia sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Grand Launching FORKOM HRD BEKAPURS.
Kehadiran tokoh nasional, pimpinan organisasi profesi HRD, dan perwakilan pemerintah daerah tersebut menandai upaya memperkuat komunikasi serta kolaborasi lintas wilayah dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di kawasan industri Jawa Barat.
Acara dipandu oleh pembawa acara Rudi Dwi Prayudha & Rida Rahmawati.
Plt Bupati Bekasi Apresiasi Kolaborasi Praktisi HRD
Dalam sambutannya, Asep Surya Atmadja menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FORKOM HRD BEKAPURS. Ia menilai forum lintas wilayah tersebut memiliki potensi strategis untuk mempertemukan kepentingan pemerintah daerah, perusahaan, dan tenaga kerja.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Saya merasa bergembira bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang memiliki peran penting dalam dunia industri,” ujar Asep.
Menurutnya, keberhasilan industri tidak hanya ditentukan oleh investasi, teknologi, dan kapasitas produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama kegiatan usaha.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan praktisi HRD diperlukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, serta menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dorong CSR Perusahaan Berkontribusi bagi Daerah
Selain mengapresiasi pembentukan forum, Asep menyoroti pentingnya kontribusi perusahaan terhadap masyarakat di wilayah tempat mereka beroperasi, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menyampaikan rencana untuk mengundang 11 kawasan industri di Kabupaten Bekasi guna membahas program CSR dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
“Saya ingin dalam waktu dekat mengundang 11 kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi. Saya ingin berkenalan sekaligus mengetahui program CSR perusahaan-perusahaan tersebut,” katanya.
Asep berharap program CSR dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Ia juga mendorong perusahaan di Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang agar memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Perusahaan yang ada di Subang, CSR-nya untuk Subang. Perusahaan yang ada di Purwakarta, CSR-nya untuk Purwakarta. Perusahaan yang ada di Karawang, CSR nya untuk Karawang, Perusahaan yang ada di Bekasi, CSR-nya harus di Bekasi,” tegasnya.
Menurut Asep, perusahaan dan pemerintah daerah memiliki keterkaitan melalui pemanfaatan infrastruktur, aktivitas ekonomi, serta sumber daya lokal. Oleh karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah perlu terus diperkuat agar manfaat industri dapat dirasakan masyarakat di sekitarnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendorong kemudahan pelayanan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga komunikasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat berjalan lebih efektif.
Industri Besar, Pengangguran Masih Menjadi Tantangan
Asep turut menyoroti tantangan ketenagakerjaan di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Bekasi dan wilayah sekitarnya. Menurutnya, besarnya aktivitas industri perlu diimbangi dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja, terutama bagi masyarakat lokal.
“Di Bekasi, industri sangat besar, tetapi angka pengangguran juga masih menjadi persoalan. Kenapa bisa begitu?” ujarnya saat menyinggung tantangan penyerapan tenaga kerja.
Ia menilai Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang menjadi tujuan investasi sekaligus menarik kedatangan pencari kerja dari berbagai daerah. Kondisi tersebut perlu direspons melalui kolaborasi yang mampu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja.
Dalam konteks ini, praktisi HRD memiliki peran penting dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja, meningkatkan keterampilan, serta mendukung terciptanya hubungan industrial yang produktif.
FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan menjadi wadah komunikasi dan pertukaran informasi antarpelaku HRD di empat wilayah tersebut, sehingga berbagai persoalan ketenagakerjaan dapat dibahas secara terkoordinasi.
Perkuat Sinergi Empat Wilayah Industri
Kehadiran para pimpinan organisasi HRD dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang menjadi bagian penting dalam peluncuran forum tersebut. Kolaborasi lintas wilayah diharapkan mampu memperkuat jejaring profesional, pertukaran pengalaman, dan pengembangan program bersama.
Dengan dukungan pembina, para inisiator, pimpinan organisasi HRD, serta pemerintah daerah, FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan dapat mengambil peran dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing industri Jawa Barat.
Forum ini juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang berkelanjutan antara perusahaan dan pemerintah, terutama dalam merespons kebutuhan tenaga kerja, meningkatkan kompetensi pencari kerja, dan memperluas kesempatan kerja.
Kolaborasi yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Grand launching FORKOM HRD BEKAPURS menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara organisasi profesi HRD dan pemerintah daerah di kawasan industri Jawa Barat.
Dengan semangat “Berhimpun dalam Kemandirian”, forum ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan jejaring organisasi, tetapi berlanjut melalui program konkret yang mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan manfaat ekonomi industri.
Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan praktisi HRD menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Sebab, keberhasilan pembangunan industri bukan hanya diukur dari besarnya investasi dan kapasitas produksi, melainkan juga dari kemampuannya menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.



