Rabu, Februari 4, 2026
spot_img
BerandaBeritaBanjir Berulang di Sukamekar, Erick Heryawan Usulkan Pengerukan dan Pelebaran Sungai

Banjir Berulang di Sukamekar, Erick Heryawan Usulkan Pengerukan dan Pelebaran Sungai

spot_img

KARAWANG | DETIKKARAWANG.COM |  Banjir yang kembali melanda Desa Sukamekar, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Karawang Fraksi Partai NasDem, H. Erick Heryawan K., S.E. Pada Minggu (25/1/2026), ia turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Dalam peninjauan tersebut, Erick menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat berhenti pada respons darurat semata. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu memperkuat mitigasi bencana jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Erick juga berdialog dengan sejumlah warga terdampak, salah satunya Ibu Warni (60), warga Dusun Karajan 2, yang rumahnya sempat terendam banjir hingga mencapai kedalaman sekitar satu meter.

Berita Lainnya  Rapat Akhir Kepengurusan IASKA Tetapkan KPU dan Jadwal Reuni Akbar 2026

Dari perbincangan tersebut, Erick mendapatkan gambaran langsung mengenai dampak banjir terhadap kehidupan sehari-hari warga.

Meski genangan air mulai surut, Erick menilai bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai. Beban pascabanjir, seperti membersihkan lumpur, memperbaiki rumah, dan menjaga kesehatan keluarga, justru menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami prihatin dengan kondisi warga. Walaupun masa pengungsian hanya berlangsung dua malam, kelelahan dan kerugian tetap dirasakan karena warga harus membersihkan rumah dan menghadapi risiko penyakit setelah banjir surut,” kata Erick di sela kunjungan.

Ia turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Sukamekar yang telah menyiapkan posko pengungsian bagi warga terdampak, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat tertangani sejak awal.

Berita Lainnya  Jadikan KHL dasar utama penyusunan Upah Minimum

Dalam keterangannya, Erick menguraikan sejumlah faktor teknis yang dinilainya berkontribusi terhadap banjir berulang di wilayah tersebut. Ia menyebut kapasitas sungai yang menurun akibat sedimentasi serta penyempitan sempadan menjadi persoalan utama yang perlu segera ditangani.

Sedimentasi sungai, lanjut Erick, menyebabkan dasar sungai dangkal sehingga volume tampung air berkurang. Sementara itu, penyempitan sempadan sungai menghambat aliran air ketika curah hujan tinggi.

“Air pada dasarnya membutuhkan jalur yang lancar. Ketika sungai mengalami pendangkalan atau penyempitan, air akan meluap dan masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Erick mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan kajian risiko bencana secara lebih komprehensif, terutama guna melindungi sektor-sektor produktif seperti lahan pertanian, Jalan Usaha Tani (JUT), dan fasilitas pendidikan yang kerap terdampak banjir.

Berita Lainnya  Wabup Maslani Hadiri Isra Mi’raj, Pembangunan Spiritual Jadi Prioritas Pemkab

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan normalisasi sungai melalui pengerukan (dredging) dan pelebaran sungai di sejumlah titik rawan.

“Normalisasi perlu menjadi prioritas agar daya tampung sungai kembali optimal. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di masa mendatang,” kata Erick.

Berita Lainnya

NASIONAL

Berita Terbaru

DAERAH

- Space Iklan -spot_img

Pemerintahan

Peristiwa

Indeks