KARAWANG, Detikarawang.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Budi Pertiwi Karawang menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2026 bertema “Rise of Jiwa: Dari Warisan Sejarah Menuju Generasi Penerus yang Berkarakter dan Berintelektual.” Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (17–18 Januari 2026), berpusat di kawasan bersejarah Situs Candi Jiwa, Desa Pakisjaya, Kecamatan Batujaya, Karawang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan simbolis di area Tugu Kebulatan Tekad Proklamasi, Rengasdengklok, sebelum seluruh agenda inti LDKM dilaksanakan di Candi Jiwa. Peserta terdiri atas mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan semester 1 hingga semester 5.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIE Budi Pertiwi, Wahyu Heriyanto, S.E., M.M. Ia menegaskan bahwa LDKM merupakan program strategis penguatan soft skills sekaligus bagian dari pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) bidang kemahasiswaan yang selaras dengan Capaian Profil Lulusan (CPL) perguruan tinggi.
“LDKM adalah investasi karakter bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami ingin melahirkan generasi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam kepemimpinan, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujar Wahyu.
Kegiatan ini digerakkan oleh Panitia Inti BEM STIE Budi Pertiwi Karawang, yang dipimpin oleh Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Adji Rajab, bersama jajaran panitia inti: Ade Tiani, Nuraena, Tommy, dan Yustira Permana.
Ketua Presma STIE Budi Pertiwi, Adji Rajab, menjelaskan bahwa tema Rise of Jiwa dipilih untuk mengaitkan nilai sejarah dengan pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa masa kini.
“Candi Jiwa kami pilih bukan sekadar lokasi, tetapi simbol akar sejarah yang menginspirasi mahasiswa agar tumbuh menjadi pemimpin yang berkarakter, beretika, dan berdaya pikir kritis,” kata Adji.
Materi dalam LDKM mencakup kepemimpinan, manajemen organisasi, dan kaderisasi, yang dikemas melalui metode pembelajaran outbound serta diskusi kelompok terarah untuk melatih kerja tim, komunikasi, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.
Pemateri berasal dari berbagai latar belakang profesional, termasuk anggota DPRD, praktisi manajemen, serta aktivis organisasi kemahasiswaan yang kompeten di bidang kepemimpinan dan pembangunan sosial.
Sebagai bentuk dukungan kepada peserta, panitia menyediakan sejumlah benefit, meliputi:
Sertifikat resmi LDKM,
Kaos seragam kegiatan,
Akomodasi selama dua hari, dan
Konsumsi penuh selama kegiatan berlangsung.
Dosen STIE Budi Pertiwi, Wawan, S.E., M.M., menegaskan bahwa kepemimpinan adalah kompetensi yang harus terus dilatih melalui pengalaman langsung.
“Kepemimpinan bukan sekadar bakat, tetapi keterampilan yang dibentuk melalui proses pembelajaran, latihan, dan refleksi. Melalui LDKM ini, mahasiswa ditempa untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab sebagai agen perubahan,” tuturnya.
Rangkaian LDKM ditutup pada Sabtu (18/1/2026) dengan sesi simulasi kepemimpinan, refleksi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan guna mengukur dampak program terhadap pengembangan karakter dan kapasitas mahasiswa.


